FAKTA di Balik Video Viral Kisah Upin Ipin telah Meninggal Ternyata Tidak Diangkat dari Kisah Nyata

FAKTA di Balik Video Viral Kisah Upin Ipin telah Meninggal Ternyata Tidak Diangkat dari Kisah Nyata

Sebuah video berkaitan kisah tragis di balik serial kartun Upin Ipin viral di media sosial, sebagian hari belakangan.

Video yang diunggah account TikTok @ABI_ALONK_3110 itu membuktikan dua makam bersama nama Upin Ipin.

Dalam nisan bewarna biru juga tertera tanggal kematian keduanya.

Upin meninggal pada 6 Agustus 1995, namun Ipin meninggal setahun sesudah itu yakni 2 April 1996.

Dalam video itu termasuk dinarasikan, serial kartun Upin Ipin sekedar khayalan Opah dengan sebutan lain nenek Upin Ipin, 10 tahun lalu.

“Pantes gak dulu gede, ternyata cerita berdasarkan khayalan Opah 10 tahun yang lalu,” tulis @ABI_ALONK_3110.

Dalam kolom komentar, pengunggah menjelaskan video selanjutnya didapatkan dari temannya yang berada di Malaysia.

“Maaf ya gaes jadi rame, video ini alonk dapat dari rekan yang juga orang Malaysia.”

“Katanya ini berdasarkan kisah dari nenek disana yang diungkap ke didalam animasi,” tulis pengunggah.

Lantas, benarkah hal tersebut?

Rumah memproduksi Les’ Copaque yang memproduksi serial kartun Upin Ipin pun kelanjutannya angkat berkata berkenaan viralnya video tersebut.

Lewat fasilitas sosialnya, Les’ Copaque membantah, serial kartun Upin Ipin diangkat berasal dari kisah nyata.

Cerita animasi asal Malaysia ini hanya rekaan dengan kata lain tidak diambil berasal dari kisah orang yang tetap hidup atau udah meninggal.

“Semua cerita Upin & Ipin adalah rekaan hanyalah dan ditulis seutuhnya oleh Les’ Copaque Production.”

“Ianya tidak diambil atau diinpirasi dari kisah sesiapa yang masih hidup mahupun yang sudah tiada,” tulis account Twitter @Les’ Copaque layaknya dikutip kita Selasa (18/1/2022).

Lebih lanjut, pihak rumah produksi menjelaskan ide cerita Upin Ipin berasal berasal dari seorang wanita bernama Hajah Ainon yang tak lain pengisi nada Opah.

Setiap cerita yang ditulis tidak cuman enteng dipahami penonton sedangkan terhitung sarat pesan yang bermakna.

“Idea asal cerita Upin & Ipin adalah dari Hajah Ainon yang terhitung pelakon suara Opah,” tulis akun Twitter @Les’ Copaque.

Selain Hajah Ainon, serial kartu Upin Ipin juga tak lepas berasal dari campur tangan Haji Burhanuddin yang merupakan Pengarah Urusan Les’ Copaque Production.

Haji Burhanuddin yang merupakan pengisi nada Tok Dalang sering membagikan pengalamannya dibesarkan di kampung di dalam serial tersebut.

Les’ Copaque Production terhitung membeberkan sejumlah fakta terkait serial Upin Ipin yang sering jadi bahan pertanyaan banyak kalangan.

Di antaranya kenapa Upin Ipin diceritakan sebagai anak yatim piatu.

Ternyata saat serial Upin Ipin musim pertama disiarkan di stasiun TV9 di Malaysia ternyata sekedar proyek sampingan.

Lantaran kehabisan kala dan kurangnya tenaga kerja, sehingga Les’ Copaque Production tidak bikin tokoh baru dan menentukan menjadikan saudara kembar itu sebagai anak yatim piatu.

“Kenapa Upin dan Ipin ga ada ibu dan ayah?

Ketika Upin & Ipin Musim 1 disiarkan di TV9, ianya merupakan projek sampingan saja.

Oleh kerana kesuntukan masa dan kekurangan tenaga kerja, tidak ada watak baru dihasilkan dan LCP pilih untuk menjadikan Upin dan Ipin anak yatim piatu,” tulis akun Twitter @Les’ Copaque.

Begitu halnya bersama dengan penampilan Upin dan Ipin yang tampil botak dengan kata lain tidak milik rambut.

Pihak rumah produksi menghemat ongkos dan mempercepat sistem pembuatan ketika Upin & Ipin Musim 1 dirilis.

Sementara misalnya pingin bikin rambut (hair simulation) terlampau memakan selagi yang cukup lama.

Alhasil, Upin dan Ipin dideskripsikan sebagai sosok dua kembar yang botak.

Bedanya, Upin meresmikan satu helai rambut, tetapi Ipin benar-benar botak.

Dibuat antara 2007

Sementara itu, dikutip dari pemberitaan Tribunnews, 3 Oktober 2010 lalu pencipta dan penulis animasi Upin Ipin, Burhanuddin Rafzi dan Ainon Ariff menciptakan karakter Upin dan Ipin kira-kira tahun 2007.

“Karena kami seluruh suka anak-anak, acuhkan anak-anak,” jelas Ainon ketika diwawancara di Kafe Pisa Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Oktober 2010.

Ainon sendiri tak hanyalah berperan menulis cerita Upin dan Ipin, dia termasuk isi nada dari karakter Opah.

Bahkan, Ainon disebut memiliki sifat seperti Opah gara-gara sering mengasuh cucunya dan mengikuti kesibukan sosial yang berkenaan dengan anak-anak.

Kisah Upin dan Ipin mendapatkan keberhasilan setelah mengkaji Festival Film Cannes di Perancis. Sejak itu, datang banyak tawaran berasal dari stasiun televisi untuk membeli hak siarnya.

“Yang beli selanjutnya TV 9 Malaysia,” ujar Ainon.

Sukses di Malaysia, Upin dan Ipin kemudian diekspor hingga tayang di MNC.

Semenjak tampil di televisi Indonesia, kisah dua bocah berkepala plontos itu pun lantas favorit anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *